Penyidik Polsek Panongan Abaikan Keterangan Saksi Dan Korban

Panongan, indonesianpost.net
-Penetapan tersangka kasus pemerkosaan yang terkesan mengabaikan Standard Operasi Penyidikan Kepolisian dari Pemeriksaan tujuh saksi fakta dugaan pelaku pemerkosaan terhadap JU (20) menyebut ada kejanggalan dalam kasus yang menyeret saksi SG alias OP (18) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Panongan, Kabupaten Tangerang.

Karena hasil investigasi di lapangan bahwa hasil Berita Acara Perkara WT dan Korban mengatakan bahwa SG tidak terlibat langsung dalam aksi pemerkosaan dan dikuatkan dalam pernyataan saksi RK yang pada saat aksi pemerkosaan tersebut tidak jauh dari saksi SG yang ditetapkan menjadi salah satu tersangka, padahal jarak saksi RK dan saksi SG dengan lokasi kejadian pemerkosaan tersebut kurang lebih 18 M.

Dikarenakan ada kejanggalan, SG dijadikan tersangka. Keluarga dalam kasus ini menggandeng Kuasa Hukum untuk membela kasus yang dihadapi putranya.

Kuasa hukum SG, setelah mendengar beberapa keterangan dari beberapa pihak baik Saksi RK, Keluarga salah satu tersangka dan Korban melalui Kakak Korban yang awalnya melaporkan, membantah jika kliennya terlibat melakukan pemerkosaan terhadap JU.

“Setelah kami lakukan investigasi ke lapangan, baik terhadap keluarga korban dan saksi-saksi yang ada. Hasilnya menunjukan, klien kami tidak ada melakukan pemerkosaan terhadap korban seperti yang disangkakan penyidik,” ujarnya, Jumat (28/2/2020).

Meskipun sudah melakukan investigasi kasus ini, tetapi mereka tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Pengacara dan keluarga SG tetap menaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita akan profesional mengambil langkah hukum selanjutnya. Seperti hukum pra peradilan dan melapor ke Propam Mabes Polri. Ini demi keadilan terhadap hak-hak klien kami,” ungkapnya.

Pengacara juga mengapresiasi pihak kepolisian yang sigap dan cepat mengungkapkan kasus ini. Namun, dia bersama keluarga tersangka menyayangkan ada kejanggalan terhadap SG dan akan terus mengawal kasus pemerkosaan ini sampai tuntas.

Ayah Saksi, Mad Soleh (46) mengatakan bahwa anaknya sudah menjadi korban dan dizalimi oleh pihak penyidik sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Anak saya jadi korban dan dizalimi, tidak tahu oleh siapa. Saya minta keadilan,” katanya.

Dia meyakini, anaknya tidak melakukan hal keji seperti yang dituduhkan. Bahkan, berdasarkan keterangan saksi yang sudah bebas, bahwa anak saya bersama dia dilokasi kejadian.

“Saya sudah tanya ke saksi yang sudah bebas. Dia bilang anak saya bersamanya saat kejadian, jauh dari lokasi kejadian kurang lebih 18 meter,” terangnya.

Soleh juga bersama pelapor Sarif (kakak korban) pernah beberapa kali mendatangi penyidik Polsek Panongan untuk mencabut laporan terhadap SG, tapi tidak ditanggapi.

” Saya bersama pelapor datang ke Polsek, pelapor ingin mencabut laporan yang dituduhkan ke anak saya tapi tidak tanggapi. Kata penyidik berkas sudah naik Kejaksaan, ikuti proses aja, kan aneh” ujar Soleh dengan nada kesal.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *